
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan proyeksi dampak ekonomi dari program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang tengah dibangun pemerintah, dengan potensi perputaran kesejahteraan masyarakat senilai Rp223 triliun setiap tahun yang akan mengendap di desa-desa, dalam pidatonya di acara puncak Hari Koperasi ke-79.
Selain itu, Presiden menyebut program ini diperkirakan turut mengerek pendapatan produsen, petani, peternak, dan nelayan, sebesar Rp202 triliun.
Prabowo menjelaskan, KDKMP dirancang bukan sekadar unit simpan pinjam, melainkan pusat layanan ekonomi desa terintegrasi. Di dalamnya akan ada kantor koperasi, toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa dengan obat generik murah, gudang logistik, hingga fasilitas pendingin (cold storage) untuk menjaga hasil pertanian dan perikanan agar tidak rusak.
Ia menambahkan, seluruh barang bersubsidi seperti pupuk dan gas akan disalurkan melalui koperasi desa untuk mencegah penyelewengan yang selama ini kerap terjadi. Koperasi nelayan juga akan mendapat fasilitas pabrik es dan kapal, dengan skema cicilan dari hasil tangkapan, bukan hibah cuma-cuma.
“Mereka bukan terima hadiah. Mereka cicil kembali dari hasil tangkapan ikan mereka,” ujar Prabowo soal skema bantuan bagi koperasi nelayan.
Berdasarkan laporan Menteri Koperasi Ferry Juliantono dalam acara yang sama, sudah ada sekitar 83 ribu KDKMP yang mengantongi badan hukum, dengan lebih dari 15 ribu unit bangunan fisik yang telah rampung sepenuhnya.
