HomeUncategorizedRahasia Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Tengah Badai Global

Rahasia Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Tengah Badai Global

Pemerintah menegaskan bahwa penguatan tata kelola dan manajemen risiko menjadi faktor utama untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global, mulai dari konflik geopolitik, volatilitas pasar keuangan, hingga gangguan rantai pasok.

Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ferry Irawan, mengatakan ketahanan ekonomi Indonesia tetap terjaga meski tekanan global meningkat. Menurutnya, berbagai lembaga internasional masih mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas rata-rata kawasan.

IMF dalam World Economic Outlook Juli 2026 masih mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5%, sementara ADB tetap memproyeksikan 5,2%. Ini menjadi sinyal positif bahwa fundamental ekonomi Indonesia memiliki ketahanan yang tinggi di tengah lingkungan global yang sangat dinamis,” ujar Ferry dalam Risk and Governance Summit (RGS) OJK 2026, di Hotel Bidakara, Selasa (14/7/2026).

Ferry menambahkan, kepercayaan investor terhadap Indonesia juga tercermin dari dipertahankannya peringkat utang Indonesia pada level investment grade oleh lembaga pemeringkat internasional. Menurutnya, keputusan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kepercayaan pasar terhadap perekonomian nasional.

“Dengan peringkat investment grade yang dipertahankan dan prospek yang stabil, hal ini mencerminkan trust yang diberikan lembaga pemeringkat terhadap ketahanan ekonomi Indonesia. Momentum ini harus terus kita jaga,” katanya.

Pemerintah, lanjut Ferry, terus memperkuat tata kelola sektor keuangan melalui berbagai kebijakan, seperti peningkatan transparansi pasar modal, pengembangan transaksi mata uang lokal (local currency transaction), penguatan ekosistem bullion nasional, serta perluasan pembiayaan sektor produktif.

Ferry juga menilai transformasi digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) berpotensi menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru. Berdasarkan sejumlah kajian, digitalisasi dapat menambah laju pertumbuhan ekonomi Indonesia sekitar 0,8%-1% melalui pembangunan pusat data, peningkatan produktivitas, dan digitalisasi UMKM.

“Tata kelola yang kuat bukan sekadar kepatuhan, tetapi fondasi untuk memperkuat kredibilitas kelembagaan, memberikan kepastian bagi pelaku usaha dan investor, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Ferry, pemerintah juga terus memperluas akses pasar dan investasi melalui kerja sama internasional, termasuk dengan OECD, BRICS, ASEAN, dan Indo-Pacific Economic Framework (IPEF). Langkah tersebut diharapkan mampu menarik lebih banyak investasi sekaligus mempercepat transformasi digital dan ekonomi hijau sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings kembali mempertahankan peringkat utang Indonesia atau Sovereign Credit Rating di level BBB dengan outlook stabil. Keputusan ini menegaskan Indonesia masih berada dalam kategori investment grade, di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih tinggi.

Dalam laporan yang dirilis pada 13 Juli 2026, S&P menilai pelemahan sejumlah indikator fiskal dan eksternal Indonesia bersifat sementara. Kondisi tersebut diperkirakan akan membaik seiring semakin jelasnya arah kebijakan pemerintah serta implementasi berbagai program ekonomi.

Outlook stabil juga mencerminkan keyakinan S&P bahwa penerimaan negara akan terus pulih pada tahun ini. Di sisi lain, pendapatan ekspor diperkirakan meningkat seiring membaiknya harga komoditas global.

S&P juga menilai kebijakan pemerintah untuk meningkatkan penerimaan negara dan memperkuat ekspor sektor sumber daya alam akan menjadi faktor pendukung dalam memperbaiki kondisi fiskal pada jangka menengah.

Namun, lembaga tersebut menilai efektivitas implementasi kebijakan dan kepastian regulasi tetap menjadi faktor penting.

Selain itu, S&P meyakini pemerintah tetap berkomitmen menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di bawah 3% terhadap produk domestik bruto (PDB), sehingga keberlanjutan fiskal Indonesia tetap terjaga.

Source : https://www.liputan6.com/bisnis/read/8245779/rahasia-ekonomi-indonesia-tetap-tangguh-di-tengah-badai-global

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments