HomeUncategorizedBabak Baru Kopdes Merah Putih, 28.626 Manajer Mulai Ditempatkan Oktober 2026

Babak Baru Kopdes Merah Putih, 28.626 Manajer Mulai Ditempatkan Oktober 2026

Warga membeli barang kebutuhan di gerai Koperasi Kelurahan/Desa Merah Putih Melawai Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa (7/4/2026)./Bisnis-Himawan L. Nugraha

Program Koperasi Desa/Kelurahan (KopDes/Kel) Merah Putih memasuki babak baru dengan penempatan 28.626 manajer yang telah direkrut dan dilatih mulai Oktober 2026. Percepatan tersebut dilakukan seiring rampungnya 23.000 bangunan KopDes/Kel Merah Putih yang disiapkan untuk memasuki tahap operasional.

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengatakan para manajer KopDes/Kel Merah Putih saat ini telah dipersiapkan untuk didistribusikan ke koperasi yang telah memenuhi kesiapan operasional.

“Sekarang manajernya sudah dipersiapkan untuk didistribusikan dan mungkin bulan Oktober ini juga sudah mulai soft launching untuk operasionalnya,” kata Ferry dalam Konferensi Nasional Perkebunan Rakyat II di Kantor Kementerian Koperasi, Jakarta Selatan,

Ferry menuturkan sebanyak 23.000 bangunan KopDes/Kel Merah Putih telah selesai dibangun, sedangkan sekitar 17.000 bangunan lainnya masih dalam proses verifikasi dan validasi.

Menurutnya, operasional KopDes/Kel Merah Putih akan dimulai setelah pemerintah menyiapkan tata kelola penyelenggaraan koperasi.

Dia mengatakan manajer yang sebelumnya telah direkrut dan dilatih juga telah memperoleh surat keputusan (SK), termasuk penetapan besaran gaji dan tunjangan.

Selanjutnya, para manajer akan ditempatkan pada KopDes/Kel Merah Putih yang bangunan fisik, gudang, gerai, serta perlengkapannya telah selesai dibangun.

Para manajer KopDes/Kel Merah Putih nantinya akan berstatus sebagai pegawai PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) dengan skema perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) atau kontrak selama dua tahun.

Ferry menjelaskan KopDes/Kel Merah Putih nantinya tidak hanya menjalankan kegiatan usaha koperasi, tetapi juga menjadi salah satu saluran distribusi barang bersubsidi pemerintah. Sejumlah komoditas yang akan disalurkan melalui koperasi antara lain minyak goreng, pupuk bersubsidi, beras, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta gas LPG 3 kilogram.

Di sisi lain, KopDes/Kel Merah Putih juga diarahkan menjual produk yang berasal dari masyarakat setempat dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Fungsi lainnya adalah sebagai offtakeratau penyerap hasil produksi masyarakat di desa dan kelurahan.

Produk yang diserap mencakup tanaman pangan, peternakan, hortikultura, sayuran, buah-buahan, perikanan hingga kerajinan.

“Fungsi yang ketiga dari Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih adalah menyalurkan program-program dari pemerintah pusat, BLT, bansos, bantuan pangan nontunai, bantuan penerima keluarga harapan, dan sebagainya itu bisa disalurkan langsung,” jelas Ferry. Dengan skema tersebut, pemerintah juga mulai mengubah jalur distribusi sejumlah komoditas.

Ferry menyebut LPG dari Pertamina dan Patra Niaga, pupuk bersubsidi dari Pupuk Indonesia, serta minyak goreng dan beras SPHP dari Bulog akan disalurkan langsung melalui KopDes/Kel Merah Putih.

Menurutnya, perubahan mata rantai distribusi tersebut ditujukan agar masyarakat dapat memperoleh barang bersubsidi dengan harga dan jumlah sesuai ketentuan.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments