HomeUncategorizedQRIS Antarnegara Makin Luas, UMKM Bisa Sasar Wisatawan Global

QRIS Antarnegara Makin Luas, UMKM Bisa Sasar Wisatawan Global

Transformasi sistem pembayaran digital terus diperluas untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dan pelaku usaha. Bank Indonesia mencatat QRIS telah menjangkau 69,3 juta pengguna dan lebih dari 47 juta merchant, dengan 96,7 persen merchant tersebut merupakan UMKM.

Perkembangan terbaru terlihat dari perluasan QRIS Antarnegara. Hingga Agustus 2026, sistem pembayaran tersebut telah terhubung dengan enam negara mitra, yakni Malaysia, Thailand, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok. Kerja sama dengan Timor-Leste dan Hong Kong juga sedang dikembangkan.

Hingga Agustus 2026, transaksi QRIS Antarnegara dari wisatawan atau pengguna luar negeri di Indonesia tercatat mencapai 17,8 juta transaksi dengan nilai Rp6,2 triliun. Sementara transaksi masyarakat Indonesia di luar negeri melalui skema tersebut mencapai 5 juta transaksi senilai Rp1,85 triliun.

Bagi masyarakat Indonesia yang bepergian ke negara mitra, konektivitas ini memungkinkan transaksi menggunakan aplikasi pembayaran domestik yang telah mendukung layanan terkait. Sebaliknya, wisatawan mancanegara dapat melakukan pembayaran di merchant QRIS Indonesia menggunakan aplikasi pembayaran dari negara asalnya.

Perluasan pembayaran digital juga berpotensi mendukung pelaku usaha lokal di kawasan wisata. Warung, restoran, toko oleh-oleh, hingga usaha kecil lainnya yang telah menggunakan QRIS dapat menerima pembayaran secara lebih praktis dari wisatawan yang berasal dari negara mitra.

Bank Indonesia juga memperkenalkan Indonesia Travel Pack atau ITP 2026 sebagai gerbang digital bagi wisatawan. Layanan tersebut mengintegrasikan tiga pilar utama, yakni Explore untuk informasi destinasi dan merchant, Pay untuk informasi pembayaran digital, serta Connect untuk kebutuhan SIM atau eSIM.

ITP 2026 hadir dalam format digital dan dapat diakses melalui kode QR. Layanan tersebut diperluas melalui berbagai titik kunjungan wisata, termasuk ekosistem bandara, GraPARI Telkomsel, TMII, Sarinah, dan merchant di kawasan wisata. Implementasi awal mencakup Jakarta dan Banten.

Bank Indonesia mencatat jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia meningkat dari 11,68 juta pada 2023 menjadi 15,39 juta pada 2025. Kondisi tersebut membuka ruang bagi penguatan ekosistem pembayaran agar aktivitas dan belanja wisatawan dapat lebih mudah terhubung dengan pelaku usaha domestik.

Pengembangan tersebut tetap diiringi perhatian terhadap keamanan transaksi. Bank Indonesia menekankan bahwa semakin luas ekosistem digital, semakin penting pula penguatan perlindungan konsumen, keamanan siber, pencegahan fraud, dan literasi masyarakat.

Selain QRIS Antarnegara, Bank Indonesia juga memperkuat konektivitas melalui agenda fast payment lintas negara dan transaksi menggunakan mata uang lokal. Rangkaian kebijakan tersebut diarahkan untuk membangun sistem pembayaran yang semakin cepat, mudah, aman, dan mampu mendukung aktivitas ekonomi.

Bagi UMKM Indonesia, perkembangan tersebut membuka tambahan jalur untuk menjangkau konsumen global tanpa harus mengubah seluruh pola transaksi usahanya. Dengan semakin luasnya konektivitas pembayaran, peluang keterhubungan antara wisatawan dan ekonomi lokal ikut berkembang.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments