HomeUncategorizedProgram MBG Dukung Pemenuhan Gizi Anak dan Ekonomi Masyarakat

Program MBG Dukung Pemenuhan Gizi Anak dan Ekonomi Masyarakat

Dampak Program MBG terhadap Prestasi Akademik Anak Sekolah di Indonesia -  Ralali Blog

RRI.CO.ID, Sanggau – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai menjadi salah satu upaya positif dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah. Selain membantu menyediakan makanan bergizi, program ini juga dinilai dapat meringankan pengeluaran keluarga untuk kebutuhan makan sehari-hari serta membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal yang terlibat dalam penyediaan bahan pangan.

Seorang mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, Nadia, menilai bahwa program MBG merupakan langkah yang baik karena memberikan manfaat bagi siswa maupun masyarakat. Menurutnya, program ini tidak hanya membantu menghemat pengeluaran untuk jajan, tetapi juga memberikan kesempatan bagi anak-anak sekolah untuk memperoleh makanan yang mendukung kebutuhan gizi mereka selama menjalani aktivitas belajar.

“Menurut saya, program MBG sangat positif karena membantu mahasiswa dan keluarga menghemat pengeluaran untuk makanan, sekaligus mendukung pemenuhan gizi anak-anak sekolah,” ungkap Nadia dalam Dialog RRI Sanggau menyapa, Sabtu 10 OKtober 2026.

Ia menjelaskan, sesuai namanya, Makan Bergizi Gratis seharusnya tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan, tetapi juga memastikan bahwa kandungan gizi dalam setiap menu dapat memenuhi kebutuhan anak. Pemenuhan gizi yang baik menjadi hal penting untuk mendukung pertumbuhan, perkembangan, serta kemampuan berpikir anak agar dapat mengikuti proses pembelajaran secara optimal.

Selain itu di tambahkan Nadia, program ini memberikan manfaat bagi siswa, program MBG juga dinilai berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan UMKM lokal sebagai pemasok bahan pangan. Pembelian bahan baku dari pelaku usaha setempat dapat membuka peluang usaha dan memperluas perputaran ekonomi di daerah, dengan demikian, pelaksanaan MBG diharapkan mampu memberikan manfaat ganda, yakni mendukung pemenuhan gizi sekaligus memberdayakan perekonomian masyarakat.

“Tujuan utama MBG bukan sekadar memberikan makanan gratis, tetapi memastikan kebutuhan gizi anak terpenuhi agar mereka memiliki energi, lebih fokus belajar, dan dapat mengembangkan kemampuan berpikir secara optimal,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya pemenuhan gizi dalam menunjang konsentrasi dan kemampuan anak dalam menerima pelajaran, asupan makanan yang cukup dan bergizi dapat membantu memenuhi kebutuhan energi tubuh sehingga siswa lebih siap mengikuti kegiatan belajar di sekolah. Ia menilai kebiasaan makan yang baik perlu dibangun sejak dini karena kondisi tubuh yang tidak mendapatkan asupan makanan yang cukup dapat memengaruhi kenyamanan dan konsentrasi saat belajar.

Di sisi lain, Nadia juga mengatakan bahwa perkembangan media sosial turut memengaruhi kebiasaan makan generasi muda, terutama melalui berbagai konten kuliner yang menampilkan makanan menarik, karena itu, peran orang tua sangat diperlukan dalam membangun pola makan sehat di lingkungan keluarga. Generasi Z juga perlu memahami risiko kebiasaan mengonsumsi makanan yang kurang bergizi serta belajar menentukan pilihan makanan berdasarkan kebutuhan tubuh, bukan hanya karena tren atau tampilan yang menarik.

“Media sosial juga bisa dimanfaatkan untuk mengedukasi generasi muda tentang pentingnya makanan sehat melalui video pendek yang menarik, visualisasi menu MBG, serta penjelasan kandungan gizi agar lebih mudah dipahami,” katanya.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments