HomeUncategorizedBGN Siapkan Aplikasi Penilaian Dapur Makan Bergizi Gratis

BGN Siapkan Aplikasi Penilaian Dapur Makan Bergizi Gratis

BGN Siapkan Aplikasi Penilaian Dapur Makan Bergizi Gratis

Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menyiapkan dan mengembangkan aplikasi penilaian program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk kepala sekolah dan guru. Kebijakan ini disampaikan Kepala BGN Sudaryono dalam Webinar Literasi Gizi bagi Kepala Sekolah.

Pengembangan sistem digital ini ditujukan agar pihak sekolah dapat memantau serta mengevaluasi kualitas sajian hingga ketepatan waktu pengiriman dari penyedia atau dapur mitra MBG secara langsung.

“Nantinya kami itu akan memberikan semacam aplikasi kepada Bapak-Ibu kepala sekolah untuk kemudian, semacam seperti di ojek online, Bapak-Ibu guru itu bisa ngasih bintang, bisa ngasih catatan terhadap si dapur itu. Ini lagi kita kembangkan,” tutur Sudaryono, Kepala Badan Gizi Nasional.

Proses pemantauan MBG akan dipermudah melalui mekanisme serah terima yang tercatat pada sistem kurir digital. BGN memperkirakan pengembangan fitur penilaian ini memerlukan waktu sekitar satu hingga tiga minggu ke depan.

“Sekarang ini kami sudah mengembangkan semacam aplikasi kurir MBG, di mana MBG yang dikirim ke sekolah itu pada saat serah terima itu ada prosesnya, sehingga kita bisa memonitor. Tentu saja kami perlu waktu, mungkin 1-3 minggu ini,” beber Sudaryono.

Melalui platform ini, pihak sekolah diberikan kewenangan penuh untuk memberi rating bintang serta catatan evaluasi mengenai menu dan jadwal pengiriman makanan.

“Apakah menunya jelek, apakah suka terlambat dan lain sebagainya, itu bisa kemudian diberi bintang, kemudian dikasih catatan ya,” ucap Sudaryono.

BGN mengedepankan tingkat kepuasan peserta didik sebagai konsumen utama yang berhak menerima makanan berkualitas seragam di setiap daerah.

“Kalau di dapur lain peserta didik bisa mendapatkan MBG yang bagus, maka kenapa di tempat lain enggak bisa bagus? Maka kami ingin lebih mendapatkan feedback dari Bapak-Ibu kepala sekolah semua,” sampai Sudaryono.

Guna mengatasi pengelola dapur SPPG yang diacuhkan saat diberi teguran langsung oleh pihak sekolah, Sudaryono meminta para kepala sekolah untuk tidak ragu melaporkan segala bentuk pelanggaran maupun ketidaksesuaian prosedur kepada BGN.

“Saya minta dan saya mohon kepada Bapak Ibu Kepala Sekolah untuk tidak segan-segan melaporkan itu kepada kami, karena kadang-kadang kalau ngomong sama dapur SPPG-nya sudah dibilangin Bapak Ibu guru, Bapak Ibu kepala sekolah engga bisa nutup dapur, maka mereka tidak mengindahkan itu. Maka harus dilaporkan ke saya,” tegas Sudaryono.

Laporan komplain dari pihak sekolah dapat dikirimkan langsung melalui surat elektronik ke alamat saluran_gurupicMBG@bgn.go.id dengan tembusan kepada Kepala BGN.

Selain itu, pemerintah sedang menyiapkan saluran WhatsApp khusus untuk mengoptimalkan jalur komunikasi dan penanganan keluhan secara cepat.

“Untuk kemudian bisa memberikan feedback manakala di dapur-dapur yang melayani sekolah Bapak-Ibu pimpin ini itu kemudian apakah bagus, enggak bagus, kurang bagus, menunya ini dan lain sebagainya bisa kami dapatkan,” beber Sudaryono.

Langkah integrasi komunikasi ini diharapkan dapat memastikan seluruh mitra dapur mematuhi standar pelayanan yang ditetapkan BGN.

“Dapur itu memang tidak takut ya sama kepala sekolah, tapi dapur itu takutnya dengan BGN. Maka izinkan kami itu kemudian bisa ter-connect dengan semua kepala sekolah yang ada di seluruh Indonesia, sehingga nanti manakala ada hal-hal komplain, masalah keluhan, dan lain sebagainya bisa kami follow up,” imbuh Sudaryono.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments