
Pangan menjadi kebutuhan utama yang harus terus dijaga ketersediaannya. Pangan juga harus terjangkau harganya.
Upaya tersebut terus dilakukan pemerintah melalui berbagai program, salah satunya penyaluran Bantuan Pangan Beras untuk masyarakat.
Bertempat di Balai Desa Lobener Lor, Kecamatan Jatibarang, penyaluran bantuan pangan beras menjadi bagian dari rangkaian kunjungan Wakil Menteri Pangan Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, ke Kabupaten Indramayu.
Selain itu, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan kunjungan ke Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Desa Rambatan Kulon, Kecamatan Lohbener.
Dua kegiatan tersebut memiliki benang merah yang sama, yakni memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong masyarakat desa agar semakin berdaya secara ekonomi.
Dalam kesempatan itu, Wakil Menteri Pangan Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, menyampaikan bahwa pemerintah terus memantau kondisi harga dan inflasi, terutama kebutuhan pokok yang langsung dirasakan masyarakat.
“Hal ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab kita semua. Tugas kita adalah menstabilkan harga pangan melalui berbagai kebijakan,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah terus menjaga keseimbangan antara ketersediaan pangan dan kebutuhan masyarakat.
Di sisi lain, ungkap Hanif, petani juga harus mendapatkan harga yang layak atas hasil produksinya.
Dengan demikian, katanya, kebijakan pangan tidak hanya memastikan masyarakat memperoleh pangan dengan harga terjangkau, tetapi juga menjamin kesejahteraan petani sebagai produsen pangan.
Di tempat yang sama, Pj. Sekda Kabupaten Indramayu, Aan Hendrajana, mengapresiasi kunjungan pemerintah pusat ke Indramayu.
Aan berharap pertemuan tersebut semakin memperkuat kolaborasi dalam menjaga ketahanan dan stabilitas pangan di daerah.
“Kami menyampaikan terima kasih atas kunjungan Wakil Menteri Pangan ke Indramayu. Kami berharap sinergi pemerintah pusat dan daerah semakin kuat dalam menjaga ketahanan dan stabilitas pangan,” katanya.
Berkaitan dengan hal tersebut, Pimpinan Cabang Perum Bulog Indramayu, Apip Wijaya, menjelaskan bahwa Bantuan Pangan Beras periode Juli, Agustus, dan September 2026 menyasar sekitar 317.133 penerima bantuan pangan (PBP) di 317 desa yang tersebar di 31 kecamatan se-Kabupaten Indramayu.
“Sejak tanggal 14 Agustus 2026, program tersebut telah diluncurkan oleh Bupati Indramayu di Desa Terusan. Selanjutnya, untuk penyaluran di Desa Lobener Lor, Kecamatan Jatibarang, dengan jumlah PBP ini sebanyak 11.296 penerima,” jelasnya.
Apip melanjutkan, untuk Desa Lobener Lor, total penerima bantuan pangan mencapai 584 PBP.
Dengan alokasi yang telah ditetapkan, setiap penerima memperoleh 10 kilogram beras setiap bulan.
Artinya, tutur Apip, selama tiga bulan, setiap penerima mendapatkan total 30 kilogram beras.
“Selain memastikan penyaluran bantuan, Bulog juga terus menjaga ketersediaan beras, mendorong kebutuhan beras tetap aman,” tuturnya.
Sementara itu, kunjungan ke KDKMP Desa Rambatan Kulon menjadi bagian dari upaya melihat langsung penguatan ekonomi desa.
Koperasi desa diharapkan mampu menjadi salah satu penggerak aktivitas ekonomi masyarakat, sekaligus mendukung ekosistem pangan dari tingkat desa.
Bagi Indramayu, yang dikenal sebagai salah satu lumbung padi nasional, menjaga pangan bukan hanya soal ketersediaan beras.
Lebih dari itu, ketahanan pangan juga menyangkut kesejahteraan petani, keterjangkauan harga bagi masyarakat, serta kekuatan ekonomi desa.
Dengan sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bulog, koperasi, dan masyarakat, upaya menjaga pangan terus bergerak dari pusat hingga desa.
