HomeUncategorizedPrabowo Gencar Bangun Jembatan Garuda, 1.416 Titik Tercapai

Prabowo Gencar Bangun Jembatan Garuda, 1.416 Titik Tercapai

Pemerintah tengah gencar membangun Jembatan Garuda dengan target 2.838 titik tersebar di 38 provinsi. Sampai saat ini, telah terbangun Jembatan Garuda di 1.416 titik. Plt Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Kurnia Ramadhana mengatakan Presiden RI Prabowo Subianto mendorong pembangunan Jembatan Garuda sebagai respon atas berbagai kondisi.

“Program ini merespon banyaknya laporan dan temuan anak sekolah di daerah terpencil yang harus bertaruh nyawa menyebrangi sungai deras akibat tidak adanya jembatan layak,” katanya dalam konferensi pers di Gedung Bakom RI pada Rabu (29/7/2026).

Pembangunan Jembatan Garuda pun didorong oleh kondisi lain seperti kerusakan infrastruktur jembatan secara masif di wilayah terdampak bencana alam, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akibat banjir bandang dan longsor. Selain itu, ketimpangan infrastruktur di wilayah pedesaan yang selama ini menghambat distribusi hasil bumi dan mobilitas warga.

Kemudian dibentuk satgas khusus darurat/percepatan pembangunan jembatan yang dibentuk Presiden Prabowo pada 28 November 2025. TNI AD ditunjuk sebagai pelaksana program pembangunan Jembatan Garuda. Mengacu data Dinas Penerangan TNI AD per 28 Juli 2026, program Jembatan Garuda menargetkan pembangunan 2.838 titik jembatan yang tersebar di 38 provinsi dengan prioritas kabupaten dan kota yang memiliki tingkat keterisolasian tinggi serta kebutuhan konektivitas mendesak.

Dari target tersebut, sebanyak 1.416 titik atau 49,9% telah selesai dibangun. Secara rinci, 80 jembatan bailey telah dibangun, 524 jembatan armco dibangun, 459 jembatan beton dibangun, dan 353 jembatan perintis telah dibangun. Sementara 1.422 titik lainnya masih dalam pengerjaan atau 50,1% dari target.

Kurnia menjelaskan bahwa dampak dan juga manfaat program dirasakan masyarakat. Hingga saat ini program Jembatan Garuda telah menghubungkan sekitar 7.371 desa dan kelurahan dengan penduduk penerima manfaat mencapai 4,25 juta jiwa. Program ini juga dinilai turut mempermudah akses menuju 8.505 sekolah dan 4.250 fasilitas kesehatan serta menghubungkan 4.360 fasilitas ekonomi seperti pasar.

Secara rata-rata, waktu tempuh masyarakat pada titik-titik yang telah tersambung jembatan berkurang antara 45 hingga 50 menit. “Manfaat yang dirasakan masyarakat pun beragam. Anak-anak sekolah tidak lagi harus menyeberangi sungai atau menggunakan penyeberangan yang tidak aman sehingga risiko kecelakaan dalam perjalanan ke sekolah berkurang signifikan. Mobilitas guru maupun siswa menjadi lebih lancar sepanjang tahun termasuk pada musim hujan,” katanya.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments