
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan peran ahli gizi sangat strategis dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, kualitas pemenuhan gizi dalam setiap menu yang disajikan menjadi kunci keberhasilan program nasional tersebut.
Khofifah menjelaskan, tugas ahli gizi tidak hanya menyusun komposisi menu, tetapi juga mengawasi seluruh proses penyediaan makanan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pengawasan tersebut dilakukan agar setiap hidangan memenuhi standar kualitas dan kandungan gizi yang telah ditetapkan.
“Setiap SPPG berada di bawah pengawasan ahli gizi yang memiliki kompetensi dan telah terverifikasi. Tidak berarti satu SPPG harus memiliki satu ahli gizi, tetapi satu ahli gizi dapat melakukan pengawasan terhadap beberapa SPPG,” jelasnya.
Menurut Khofifah, bertambahnya jumlah SPPG harus diimbangi dengan ketersediaan tenaga ahli gizi yang memadai. Dengan begitu, kualitas makanan yang diterima para penerima manfaat tetap terjaga dan mampu mendukung pertumbuhan serta kesehatan mereka.
“Keberadaan ahli gizi menjadi jaminan tersendiri terhadap kualitas dan kandungan gizi makanan yang diterima masyarakat,” katanya.
Selain mendukung keberhasilan Program MBG, Khofifah berharap keterlibatan para ahli gizi juga semakin memperkuat upaya penurunan prevalensi stunting di Jawa Timur. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan seluruh pemangku kepentingan harus terus diperkuat agar target mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045 dapat tercapai.
Ia juga berharap berbagai apresiasi yang diberikan kepada para ahli gizi menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sehat.
“Mari bersama-sama terus menurunkan angka stunting dan menyiapkan generasi yang sehat, unggul, serta siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.
