
Plt. Deputi Bidang Promosi dan Kerjasama Badan Gizi Nasional (BGN) Gunalan AP pada Focus Discussion dengan Ikatan Alumni Universitas Muhammadiyah Semarang (IKAMUS) bertema “Hilirisasi Inovasi Sains untuk Program Makan Bergizi Gratis Berkelanjutan” di Griya Persada, Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Jumat (15/5/2026) mengatakan, MBG sebagai program unggulan melibatkan perguruan tinggi dalam kajian ilmiah dan teoritis.
Plt. Deputi Bidang Promosi dan Kerjasama Badan Gizi Nasional (BGN) Gunalan AP pada Focus Discussion dengan Ikatan Alumni Universitas Muhammadiyah Semarang (IKAMUS) bertema “Hilirisasi Inovasi Sains untuk Program Makan Bergizi Gratis Berkelanjutan” di Griya Persada, Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Jumat (15/5/2026) mengatakan, MBG sebagai program unggulan melibatkan perguruan tinggi dalam kajian ilmiah dan teoritis dimana ini tidak sebatas diskusi namun nantinya pada saat mahasiswa KKN akan ada pembekalan TOT, mahasiswa berperan sebagai agen edukasi untuk menyampaikan informasi yang benar terkait MBG sehingga peran perguruan tinggi sangat penting bagi BGN.
Lebih lanjut dikatakannya, Pelibatan perguruan tinggi, telah dilakukan di 107 negara yang sudah menjalankan program MBG. Hal tersebut merupakan bagian dari kebijakan kampus. “Pelibatan kampus pada program MBG nantinya ada penguatan di skripsi, thesis, dan research, yang selanjutnya di arahkan ke empat klaster. Yakni kesehatan dan gizi, ekonomi, pendidikan, dan kemiskinan,”
Gunalan mengakui saat ini banyak kritik dan masukan untuk program MBG. “Kritik tersebut dari berbagai informasi yang didapat masyarakat tentu itu menjadi bahan untuk evaluasi dan perbaikan,” tegasnya. Sementara itu Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) Masrukhi menyampaikan, telah mengelola SPPG sejak Oktober 2025 dengan 3.000 penerima manfaat, mulai dari siswa SD, SMP, SMA, dan mahasiswa yang tinggal di pondok pesantren.
