Home / Berita / Radikalisme Menjamur di Media Sosial, Generasi Milenial Harus Rebut Ruang Digital

Radikalisme Menjamur di Media Sosial, Generasi Milenial Harus Rebut Ruang Digital

Kepala Badan Peminaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi mengingatkan generasi muda untuk terus menjaga persatuan di tengah kemajemukan. Caranya yakni dengan saling berbagi satu dengan yang lain.

“Bangsa ini terdiri dari bebagai suku budaya dan agama. Dalam perbedaan itu, kita harus sharing atau berbagi karena walaupun berbeda kita semu mempunyi kesamaan yang disebut bhinneka tunggal ika,” kata Yudian dalam seminar nasional bertajuk “Pengamalan Nilai-nilai Pancasila: Peran Generasi Muda dalam Menjaga serta Merawat Kerukunan Umat Beragama di Indonesia”, Selasa (1/12/).

Seminar ini digelar berkat kerjasama BPIP dengan Badan Eksekutif Keluarga Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM KM UGM).

Generasi milenial, kata Yudian, harus memiliki sikap moderat dalam hal apapun. Terutama dalam hal pemahaman agama. “Juga moderasi dalam tindakan dan prilaku. Ini agar Pancasila bertahan. Kunci dari moderasi adalah konsesus,” tandasnya.

Sementara Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP Romo Antonius Benny Susetyo menekankan, dalam era digital, keragaman menjadi salah satu masalah. Padahal, semestinya bangsa Indonesia yang memiliki modal sosial, budaya, dan ekonomi, dapat harmonis dalam berbagai perbedaan yang ada.

“Apalagi kita punya modal penting, Pancasila, yang terbukti berhasil menyatukan semua jenis perbedaan. Bahkan jadi kekuatan,” tandas Romo Benny.

Sayangnya, kini kehidupan berbangsa diancam oleh radikalisme. Pihak yang mengklaim kebenaran absolut dalam tafsir tunggal yang memaksakan kepada pihak lainnya.

Romo Benny menambahkan, radikalisme saat ini sudah menjamur melalui media sosial. Di tengah msyarakat yang kehilangan budaya kritis, konsumsi infomasi salah tanpa filtrasi, dapat memperburuk situasi kebangsaan ke depan.

Diingatkannya, radikalisme dan terorisme dapat diselesaikan jika ada sinergi dari semua elemen bangsa untuk memeranginya. Dia mengimbau, generasi muda yang waras harus ikut berjuang melawan ideologi dan gerakan menyimpang ini, dengan merebut ruang publik dan digital.

“Tampilkan narasi persatuan dalam keberagaman. Generasi muda harus punya semangat yang sama, bahkan lebih besar dari generasi muda masa perjuangan kemerdekaan yang telah menyatukan bangsa ini dengan segala perbedaan,” pungkas Romo Benny.

Presiden Mahasiswa BEM KM UGM 2020, M. Sulthan Faras mempercayai bahwa tidak agama yang mengajarkan kekerasan. Agama apapun, kata dia, mengajarkan toleransi dan wajib menerima perbedaan.

“Saya percaya dan meyakini bahwa tidak ada agama yang mengajarkan kekerasan dalam bentuk apapun, baik perkataan maupun perbuatan,” ujarnya dalam kesempatan yang sama. [FAQ]

 

Sumber : https://rmco.id/baca-berita/nasional/55919/radikalisme-menjamur-di-media-sosial-generasi-milenial-kudu-rebut-ruang-digital

Komentar Facebook